Ekspor Ikan Masih Terkendala

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 4 jenis ikan ekspor Indonesia paling populer yang wajib Sobat Agri ketahui. Beberpa jenis komoditi ikan berkualitas dari laut Indonesia menjadi primadona ekspor. Itu dikarenakan 70 persen wilayah Indonesia merupakan perairan yang kaya komoditi di sektor perikanan. Ia menilai pelabuhan kita cukup luas, sedangkan kapal yang mendarat tidak banyak. Ke depan, kata menteri, akan didorong pengusaha-pengusaha yang mengangkut ikan di Samudera Hindia untuk bisa bongkar ikan di Bungus. Raenhat menjelaskan, ikan kembung sempat langka di awal tahun 2021 lantaran cuaca di Indonesia yang tidak menentu.

KKP menilai negara di Timur Tengah bisa menjadi potensi pasar ekspor produk perikanan. JAKARTA (3/6) – Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menargetkan peningkatan kualitas produk kelautan dan perikanan untuk menggenjot volume dan nilai ekspor di 2021. Bahkan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mencanangkan kenaikan sekitar USD1 miliar dari tahun sebelumnya atau complete USD6,05 miliar di tahun ini. Dijelaskan oleh Anwar, selain ikan hias, komoditas hidup yang juga berhasil menjangkau pasar ekspor diantaranya benih bandeng sebanyak 67,eight juta ekor, benih kerapu sixty seven ribu ekor, siput hias forty,four ribu ekor dan udang 40,4 ribu ekor. “Ini agak rancu. Presiden mendorong pendapatan negara di sektor pajak, tetapi di lain pihak kegiatan ekspor ikan hidup dibatasi hanya enam kali dalam satu tahun,” katanya. Dikatakannya, selama bulan kemerdekaan lalu, Balai KIPM melakukan 836 kali pengiriman ke luar negeri.

Bicara mengenai permintaan ikan hias, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Bandung – Jabar, Dedy Arief Hendriyanto mengatakan, permintaan ikan hias dalam negeri untuk diekpor sangatlah tinggi. “Tercatat oleh BKIPM Bandung, jika di rata-rata dalam satu bulan nilainya bisa mencapai Rp eleven miliar, atau per harinya mencapai Rp 500 juta. Ini bukan merupakan angka yang kecil, maka dari itu ikan hias merupakan salah satu penyumbang devisa negara,” ungkap Dedy. Guna menjawab pertanyaan tersebut, TROBOS Aqua menemui sejumlah pelaku usaha ikan hias.

Hanya saja, ekspor Indonesia ke Timur Tengah masih kalah jauh dibandingkan Thailand yang menguasai 71% pasar impor Timur Tengah untuk produk TTC . Ekspor 27 ton ikan tenggiri dan ikan layur ke China ini merupakan reaktifasi kegiatan ekonomi. China akan menyetop produk olahan hasil laut dari Indonesia produksi PT Puri Indah selama 1 minggu lantaran ditemukannya virus Covid-19. Hal ini sebagai dampak dari pandemi COVID-19 yang menghambat penyediaan input sarana produksi.

Ekspor ikan

Terlebih lagi nominal keuntungan pelaku usaha berbeda-beda, ada yang merasa menjual Rp 2 ribu per ekor sudah dirasa cukup, ada juga yang minimal harus menjual Rp 5 ribu untuk komoditas yang sama. Hal tersebut terjadi karena kebutuhan setiap orang berbeda, dan juga kondisi geografis lokasi usaha juga menentukan. Menurut Shinta, ekspor perdana ini adalah bukti ketangguhan masyarakat Maluku Utara untuk terus berusaha tumbuh di tengah pandemi Covid-19. Ia berharap semua pihak bersama-sama mendorong ekspor berbagai produk lain langsung dari Pelabuhan Ternate.

Maka, pengapalan langsung dari Ternate adalah terobosan penting yang perlu dicatat. Produksi 23 juta ton ikan secara nasional per tahun berasal dari berbagai daerah. Biaya logistik akan terpangkas jauh bila lebih banyak pelabuhan bisa menjadi pintu gerbang ekspor. Bukan hanya untuk ikan, juga untuk produk lain, terutama dari usaha kecil dan mikro. Belakangan, selain ekspor ikan dalam bentuk tradisional, yakni ikan beku dan segar, ada permintaan ikan hidup, yang perlu kemasan khusus. Peningkatan ekspor ikan hidup, udang hidup, lobster hidup, kepiting, dan ikan hias memerlukan fasilitas khusus di bandara.

Pihaknya menunggu realisasi janji BUMN perikanan, Perum Perikanan Indonesia, untuk masuk ke pengangkutan ikan hidup ekspor. “Ekspor ikan hidup hingga kini masih mengandalkan kapal asing karena belum ada investasi dari pengusaha kapal angkut di dalam negeri,” ujar Effendy. Terdapat 30 Standar Nasional Indonesia yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional terkait dengan ikan hias dan perikanan budi daya. Dari 30 standar tersebut, 27 diantaranya masih berlaku dan dapat dimanfaatkan.